Apakah ini alasan Anda membaca artikel ini ? “Saya ingin konten website bisa mendatangkan banyak konversi penjualan.”

Daftar Isi

1. Beberapa Pertanyaan Awal untuk Anda Pikiran

1.1 Apa itu Bisnis ?

1.2 Kenapa Anda Memilih Bisnis Online ?

1.3 Apa itu Blog ?

2. Mengapa Pengunjung Website Mau Kembali ke Website Bisnis Anda ?

2.1 Dapat Dipercaya

2.2 User Experience

2.3 Konten yang Menarik

3. Lebih Dalam tentang Konten Marketing

3.1 Siapa Pengunjung Website Anda

3.2 Apa Itu Konten ?

3.3 Dan Apa itu Konten Marketing ?

3.4 Mengapa Perlu Konten Marketing ?

 

1. Beberapa Pertanyaan Awal untuk Anda Pikiran

1.1 Apa itu Bisnis ?

Bisnis adalah aktivitas yang Anda atau perusahaan Anda lakukan untuk menjual barang dan jasa kepada konsumen.

Pertanyaannya mengapa konsumen mau membeli barang dan jasa yang Anda tawarkan? Ada jawaban karena barang dan jasa Anda adalah yang paling bagus dan murah. Ya tapi ada yang lebih penting dari ini.

Inilah jawabannya: Konsumen membeli barang dan jasa Anda karena apa yang Anda tawarkan dapat menyelesaikan masalah mereka saat ini atau di masa depan (asuransi).

Pernahkah Anda atau orangtua Anda menggunakan Google dan mengetik “apa obat herbal untuk menyembuhkan penyakit X”. Bila Anda lihat ada kebutuhan, yaitu dua masalah yang ingin diselesaikan.

  • Anda ingin menghilangkan penyakit X agar tubuh Anda bisa sehat.
  • Anda ingin di masa depan tubuh Anda tidak terkontaminasi obat kimia jadi Anda memilih obat herbal.

Bila Anda menyisipkan + “murah”, maka menjadi “apa obat herbal murah untuk menyembuhkan penyakit X”. Maka masalah yang ingin diselesaikan bertambah satu lagi. Yaitu Anda masih ingin memiliki uang untuk disimpan. Menarik sekali…

1.2 Kenapa Anda Memilih Bisnis Online ?

1.2.1  Alasan Utama

Banyak startup bisnis online gagal.

Ada penelitian menarik dari Forum TED. Bill Gross dengan presentasi apa penentu kesuksesan startup bisnis menjelaskan 5 komponen bisnis:

  1. Ide
  2. Tim
  3. Bisnis Model
  4. Modal
  5. Timing untuk muncul

Dan dari lima elemen ini manakah yang menjadi penentu kesuksesan startup bisnis. Jawabannya mengejutkan adalah timing. Timing 42% menjadi faktor penentu utama.

Youtube sukses karena timing. Bayangkan bila saat ini koneksi internet masih lambat. Apakah Anda bisa melihat video youtube dengan resolusi video tinggi? Ataukah Anda melihat buffering terus menerus.

Bagaimana bila Google Map belum ada seperti saat ini. Dan handphone belum bisa mengakses aplikasi Android. Apakah John Hanke penemu Game Pokemon Go bisa berhasil? Dua puluh tahun bersabar dan akhirnya Pokemon Go menjadi viral dan sukses walau dalam waktu singkat tapi pastinya sudah merauk untung banyak.

1.2.2 Bedanya dengan Non Online Bisnis

Bila Anda amati non-online bisnis pun banyak yang membangun online bisnis. Ada yang membuat website ataupun menggunakan sosial media.

  • Lokasi

Anda tidak harus stand by di kantor. Bisa dilakukan di tempat menyenangkan.

  • Tim

Anda bisa membentuk tim kecil. Atau untuk Anda yang merintis bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi ingat jaga kesehatan ya, makan makanan sehat, istirahat yang cukup, dan refreshing dengan keluarga.

  • Perlengkapan

Anda tidak perlu ruangan besar dan furniture cantik. Yang Anda perlukan software sesuai kebutuhan.

  • Model

ModalAnda tidak perlu sebesar non online bisnis. Sediakan untuk koneksi internet , keperluan pembuatan website, dan biaya untuk self development.

  • Waktu

Untuk Anda yang baru memulainya butuh waktu dan kerja extra keras melebihi jam kerja karyawan. Namun ketika website Anda berkembang, Anda bisa mendelegasikannya kepada tim Anda. Alhasil Anda bisa memiliki waktu luang lebih banyak.

  • Jangkauan Konsuman

Bila Anda di Sabang, maka konsumen Anda mungkin dari Merauke.

1.3 Apa itu Blog ?

1.3.1 Sama Saja Seperti Bisnis Online

Anda mungkin memiliki banyak pengalaman dan aktivitas yang menyenangkan. Membagikan cerita Anda kepada pengunjung web blog Anda pastilah menyenangkan. Bereksperimenlah

  • Media penyampaian:

Anda bisa menggunakan foto atau gambar, video, atau apapun

  • Gaya penulisan:

Bila Anda senang humor atau bergaya bicara santai gunakanlah. Perlakukan pengunjung Anda dengan servis terbaik Anda.

1.3.2 Tipe yang Blog Cocok untuk Anda

1.Personal Blogger

Mungkin Anda termasuk tipe ini, bila:

  • Anda menulis blog karena hobi.
  • Dan, Anda senang berbagi cerita Anda.
  • Jadi topiknya bisa bermacam-macam.
  • Tidak ada motif bisnis.
  • Anda mencari teman dan bukan untuk mencari konsumen.
  • Kadang-kadang blog Anda tidak disentuh dalam waktu lama karena Anda bersenang-senang dengan sahabat Anda.

2. Bisnis Blogger.

Website Perusahaan Anda memiliki subpages blog. Dan, Anda sebagai bisnis blogger

  • Anda menulis topik-topik tertentu yang berkaitan dengan bidang perusahaan Anda.
  • Konten yang Anda buat sangat berkualitas karena perusahaan Anda memiliki banyak sumber daya.
  • Blog sebagai media marketing saja.
  • Produk utama Anda bisa berupa produk, software, atau jasa.
  • Semua orang bisa mendatangi perusahaan Anda.

3. The Man Promoter Blogger

Anda adalah agensi atau manager seorang selebriti atau band musik. Lalu inilah yang anda lakukan

  • Anda menulis segala aktivitas selebriti yang Anda promosikan
  • Anda mengupload jadwal kegiatan show
  • Banyak diisi oleh foto atau video selebriti Anda
  • Kontennya “Ini semua tentang dia.”

4. Blogger Profesional

Mungkin Anda adalah salah satunya.

  • Anda menulis suatu topik karena passion Anda.
  • Anda yakin dengan apa yang Anda kerjakan.
  • Anda tidak berhenti belajar agar dapat menghasilkan konten yang terbaik di bidang Anda.
  • Blog adalah bisnis utama Anda sehingga Anda berusaha yang terbaik untuk blog Anda.
  • Anda yakin dengan produk Anda.
  • Monetisasi blog bisa berupa: keanggotaan blog, konsultasi, ebook, kursus, atau digital produk lainnya.
  • Cenderung tidak memiliki kantor.

5. Blogger Produk Afiliasi

  • Anda mengikuti program afiliasi suatu website sesuai dengan topik blog Anda.
  • Konten bisa berupa produk deskripsi atau review.
  • Dan, Anda fokus mencari segala informasi yang berkaitan dengan produk afiliasi di blog Anda.
  • Terkadang tidak sesuai passion dan lebih ke faktor ekonomi.

6. Freelance Blogger

  • Bagi Anda biasa menulis banyak topik berbeda.
  • Anda menulis di banyak blog yang berbeda juga.
  • Konten Anda berkualitas karena memang Anda dibayar untuk itu.
  • Bila Anda baru memulai freelance blog, Anda harus bekerja keras mempromosikan diri Anda.
  • Freelancer Blogger yang jam terbangnya tinggi dan kualitas kontennya bagus lebih mudah mendapatkan kepercayaan klien
  • Walaupun melanglang buana ke blog orang lain, Anda pun mempunyai blog pribadi untuk mempromosikan diri.

2. Mengapa Pengunjung Website Mau Kembali ke Website Bisnis Anda ?

2.1 Dapat Dipercaya

Suatu hari seorang ibu ingin membuatkan kue cubit untuk hari ulang tahun anaknya. Kebetulan di hari ini.

Lalu ia mencari resepnya di Google search engine dan mengetik keyword “cara membuat kue cubit”.

Ia pun menemukan website Anda yang penuh dengan resep-resep kue.

“Asyik ketemu resepnya. Saya print ah.” respon ibu itu ketika berada di website Anda.

Ia lalu membeli tepung terigu, telur ayam, gula pasir, dan lainnya di supermarket.

Instruksi dilakukan baris per baris sesuai panduan di website Anda.

Anaknya telah kembali ke rumah dan tepat ibu ini selesai membuat kue.

Ibu ini mengucapkan “Selamat ulang tahun anakku yang ganteng. Mamah buatkan kue cubit di meja makan.”

Lalu si anak ini menuju meja makan. Dan mengambil sepotong kue yang hangat.

“Mamah ini bukan kue cubit tapi kue pukis.”

Ibu ini langsung menjawab “Wah, mamah sudah tertipu sama yang buat website. Ntar mamah cubit dia.”

Seperti cerita-cerita lainnya pasti ada hikmahnya.

Pastikan konten relevan dengan judul website Anda.

2.2 User Experience

User di sini adalah pengunjung website Anda. Saat ini gunakan persona yang telah Anda telah buat untuk menjadi memudahkan Anda mengenali prioritas pengunjung Anda.

Ada sangat banyak elemen yang mempengaruhi User Experience. Pengalaman apa yang dirasakan pengunjung ketika berada di website Anda. Anda pasti berharap pengalaman yang positif.

Ketika website Anda semakin berkembang dan semakin kompleks. Anda wajib melakukan riset mengenai User Experience, meliputi Tes A/B, Survei User, Penentuan Wireframe, dan lainnya.

Mengapa Anda memerlukannya? Berikut beberapa elemen yang bisa Anda prioritaskan untuk website Anda.

1. Desain

  • Mudah digunakan: pengunjung Anda mudah melihat menu halaman, kategori, dan lainnya
  • Mudah dilihat: tulisan di website Anda kontras dengan background dan lainnya
  • Mudah dipahami: bila pengunjung website Anda mengklik link tertentu, pengunjung mengetahui dia akan menuju halaman mana, dan lainnya

2. Aksesibilitas

  • Ketika digunakan di browser apapun, konten dapat diakses dengan baik.
  • Bila pengunjung menggunakan handphone, konten pun dapat ditampilkan dengan jelas.

2.3 Konten yang Menarik

  • Konten berisi informasi yang relevan sesuai keyword.
  • Pastikan Anda menulis konten yang menyenangkan pengunjung yang membacanya.
  • Menggunakan bahasa yang simple dan bukan yang akademis agar mudah dimengerti.

3. Lebih Dalam tentang Konten Marketing

3.1 Siapa Pengunjung Website Anda

Gunakan persona. Persona adalah karakter fiksi untuk membayangkan pengunjung ideal website Anda.

3.2 Apa Itu Konten ?

Teks  tulisan, gambar, atau media lain yang Anda rangkai semenarik mungkin untuk memberikan informasi, menarik minat, atau menghibur pengunjung website Anda.

3.3 Dan Apa itu Konten Marketing ?

Konten marketing sama dengan konten di atas. Tapi harus ditambahkan poin dimana Anda harus meyakinkan pengunjung menjadi konsumen Anda dan melakukan tindakan yang menguntungkan perusahaan Anda, seperti membeli atau menggunakan software misalnya.

3.4 Mengapa Perlu Konten Marketing ?

1. Konsumen Semakin Pintar

Bayangkan saat Anda ingin mengganti handphone merek N lama Anda.

Anda berniat menggantinya dengan handphone merek S yang bisa koneksi internet 4G.

Biasanya Anda membeli majalah handphone. Tapi karena sekarang sudah ada Google Search Engiine. Anda mengetik “harga handphone merek S seri A”.

Anda menemukan website toko handphone. Setelah melihat harganya Rp 4 juta. Anda mencoba memastikan pasaran harganya di website toko handphone lainnya.

Ternyata harganya Rp.3.9 juta. Anda berpikir dengan budget Anda yang Rp. 3.5 juta. “Mungkin sebaiknya saya mencoba lihat handphone merek lain terbaru dengan spesifikasi hampir sama.”

Akhirnya Anda menemukan website toko handphone yang menjual handphone terbaru merek A Seri S seharga Rp. 3.4 juta.

Ini cocok dengan Anda. Melihat konten yang biasa saja dan website yang tidak meyakinkan. Anda pun hanya memberi komentar post. “Terima kasih infonya Bos”.

Lalu Anda menuju ke website online marketplace. Anda menemukan produk yang sama tapi stoknya habis.

Tidak terasa selama 20 menit Anda sudah browsing di internet.

Anda pun pergi ke gadget mall. Di sana Anda menemukan toko yang menjual handphone yang Anda cari.

Penjual membandrol harga Rp.3.6 juta. Anda yang tahu harga pasaran di internet menawar Rp.3.3 juta.

Karena penjual tetep bersikeras dengan harganya. Anda pergi sambil berharap penjual memanggil Anda dan menurunkan harganya.

“Pak tunggu, tiga juta empat ratus tiga puluh ribu ya?”

Anda pun berbalik badan dan mengeluarkan uang kontan Rp.3.43juta dan memberikannya kepada penjual.

“Ga apa beda tiga puluh ribu, itung-itung biaya kirim klo beli online.” (dalam hati Anda)

Akhirnya Anda memiliki handphone baru merek A seri S dan Anda pun senang bisa menunjukkan kepada teman Anda.

2. Overload Informasi Marketing yang Brutal

Saat ini ribuan informasi marketing produk selalu kita jumpai.

Mungkin website perusahaan Anda menjual produk yang sama dengan banyak kompetitor. Bila Anda membuat konten marketing ada beberap pertanyaan:

  • Apa yang membuat konten marketing perusahaan Anda spesial
  • Apakah konten marketing Anda menyelesaikan masalah konsumen Anda, membuat mereka tertawa, atau memberi mereka ide
  • Apakah konten marketing Anda mampu membuat konsumen Anda mensharingkannya kepada kolega atau membuat mereka membeli produk di perusahaan Anda?

3. Teknologi Semakin Canggih

Sebelum akses internet dan aplikasi secanggih seperti saat ini, untuk mempublikasikan idea atau tulisan harus menuju media percetakan.

Namun, saat ini Anda atau siapapun bisa menggunakan web, blog, atau sosial media untuk mempublikasikan ide, tulisan, atau karya cipta. Gunakan konten marketing untuk branding diri Anda ataupun perusahaan Anda dengan lebih leluasa.

 

3.5 Gunakan Ini Untuk Konten Marketing Anda

1. Cari Tahu Kebutuhan Pengunjung

Kembali Anda harus membayangkan  diri Anda sebagai pengunjung website Anda. Apa yang menjadi kebutuhan Anda? Kira-kira apa produk dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan Anda. Setelah Anda menjadi konsumen, saatnya Anda membuat konten marketing yang bisa memenuhi kebutuhan pengunjung Anda.

2. Tetap Konsisten

Setelah Anda membuat konten marketing yang menarik. Pengunjung Anda pasti berharap Anda secara konsisten memberikan konten lainnya.

3. Jadilah Manusia

Pernahkah Anda mendengar suara wanita di Call Center “Silahkan tekan no 1 untuk Layanan Customer Service dalam bahasa Inggris… atau suara narasi wanita di software translasi bahasa atau di situs sharing video.Mungkin Anda tidak nyaman mendengarnya.

Silahkan Anda menulis dengan bahasa sehari-hari. Bila Anda senang humor, tulislah sehingga pengunjung merasa dekat dengan Anda. Kalau tidak lucu belajarlah dari ahlinya, tetap semangat.

4. Berani Mengambil Sudut Pandang

Mungkin Anda memiliki kritik terhadap suatu peristiwa. Beranilah menulis kritik dengan cara elegan dan telah Anda riset dengan matang. Mungkin pengunjung Anda tidak sependapat, tapi percayalah pengunjung yang open minded pasti sangat menyenangkan untuk diajak diskusi dengan cerdas.

5. Kurangi Konten Jualan

Penuhilah konten Anda untuk kebutuhan pengunjung Anda. Anda akan ditinggalkan pengunjung bila konten Anda terlalu berbicara tentang produk dan diri Anda. Kenapa? Karena pengunjung lebih peduli terhadap kebutuhan mereka.

6. Sajikan yang Terbaik

Apa pun bidang Anda. Berikanlah konten marketing terbaik untuk pengunjung Anda agar mereka nyaman di website Anda.

3.6.MEDIA APA YANG COCOK UNTUK KONTEN MARKETING ANDA?

  • Blog Post 

Anda menulis konten yang relevan dengan topik website dan apa yang pengunjung website harapkan. Anda bisa menulis dengan style casual.

Anda bisa menulis 300 kata hingga 2000 kata per post.

  • Riset

Bila perusahaan Anda mempunyai riset yang bermanfaat. Atau menemukan riset sesuai dengan bidang perusahaan Anda. Dan bermanfaat bagi pengunjung silahkan Anda sharing. Penulisan artikel sangat formal bila dibandingkan dengan blog.

  • TUTORIAL ATAU PANDUAN

Anda membuat panduan mengenai sebuah topik sehingga pengunjung bisa mempelajarinya.

  • Presentasi PowerPoint

Anda yang senang membuat power point yang bermanfaat bisa menguploadnya ke website Anda atau ke situs SlideShare.

  • Video

Anda bisa membuat video berkaitan topik perusahaan Anda atau animasi yang relevan dengan kebutuhan pengunjung website Anda. Anda bisa menguploadnya di website Anda sendiri atau mengupload di situs sharing video.

  • Infografis

Untuk mempresentasikan data visual dengan lebih menarik pembaca, Anda dapat membuat infographic. Anda pun dapat menguploadnya di situs sharing infographic.

  • Ebook, Buku/Software

Ebook Anda bisa digunakan untuk membangun kedekatan dan

membangun kepercayaan dengan pengunjung website Anda.

  • Newsletter

Adalah cara untuk mempertahankan relasi Anda dengan pengunjung website Anda. Anda bisa memberikan informasi penting melalui email mereka.

  • White Paper & Special Report

Bila perusahaan Anda adalah konsultan yang memiliki riset dan laporan yang bermanfaat di bidang tertentu. Anda dapat membuat special report yang dapat membantu pengunjung Anda mengambil keputusan.

  • Podcast

Podcast sangat membantu pengunjung Anda mendapatkan informasi saat tidak ada kesempatan, seperti saat berkendara atau berolahraga.

  • Webinar / TeleSeminar

Anda bisa mempublish konten Anda secara langsung dan berinteraksi melalui Webinar kepada pengunjung website Anda.

  • Speeches, Workshop, Interview

Anda bisa mengadakan workshop atau interview dengan pakar untuk berinteraksi dengan pengunjung website Anda secara langsung.

Telpon
Whatsapp